5 Cara Mudah Mengenal Kostumer Kamu


Mengembangkan strategi pemasaran yang baik adalah ketika kamu sebagai pengusaha atau pebisnis menemukan celah antara apa yang diinginkan oleh kostumer dan kamu sebagai pengusaha atau pebisnis dapat memberikan solusi untuk mengatasi celah tersebut dan solusi yang kamu tawarkan sangat bernilai atau sangat membantu untuk kostumer kamu

Kalau kamu bisa menemukan solusi untuk celah itu dan kamu menawarkan pertolongan (dalam bentuk barang/jasa/lainnya) sehingga kostumer berani untuk membayar mahal ke kamu, maka strategi pemasaran yang kamu lakukan sudah tepat dan kamu sudah mengenal siapa kostumer kamu. Secara otomatis kamu juga sudah mengalahkan para kompetitor kamu dalam bidang bisnis yang sedang kamu jalani

Lalu yang jadi pertanyaan adalah, gimana sih caranya untuk bisa dengan mudah mengenal kostumer kita? Cool Plato memiliki tips untuk kamu agar kamu bisa menjual apa yang kamu tawarkan kepada orang yang tepat. Berikut ini adalah 5 cara mudah mengenal kostumer kamu :

Habiskan Waktumu Dengan Pengguna Terakhir


Kebanyakan pebisnis hanya berpaku pada aturan B2B (Bussines to Bussines) tetapi terdapat satu celah yang mereka tidak lihat yaitu mereka tidak menghabiskan waktu mereka dengan pengguna terakhir dari apa yang mereka tawarkan. Padahal jika kamu sebagai pebisnis menghabiskan waktu kamu dengan pengguna terakhir dari apa yang kamu tawarkan kepada kostumer maka kamu akan bisa mendapatkan keuntungan yang lebih banyak lagi

Kita ambil contoh Youtube, Youtube memiliki 3 jenis kostumer :

  1. Para pembuat konten : Mereka adalah para pembuat video atau yang biasa disebut dengan kreator, lalu video yang sudah dibuat diupload ke Youtube dan kreator ini bisa berinteraksi dengan penggemarnya
  2. Pengiklan : Pengiklan adalah mereka yang membayar sejumlah uang ke Youtube agar bisa mencapai target pasar yang mereka inginkan
  3. Pengguna terakhir : Pengguna terakhir adalah seperti saya, kamu, teman kamu, saudara kamu bahkan semua orang di dunia ini yang datang ke Youtube untuk menonton video secara gratis

Youtube melihat dengan jelas kalau harus tetap menjalin interaksi dengan pengguna terakhir mereka, Youtube sering kali mengadakan acara-acara yang dapat dihadiri oleh semua orang secara gratis. Sebagai contohnya adalah acara FanFest yang dihadiri oleh para kreator dan tentunya juga dihadiri oleh penggemar dari si kreator tadi

Saat acara FanFest berlangsung sudah pasti team Youtube melakukan sedikit penelitian atau bahkan mencari tau apa yang sebenarnya memang di butuhkan oleh pengguna terakhir Youtube agar Youtube tetap bisa bertahan sebagai platform yang menjanjikan dan tetap disenangi oleh para kostumernya

Jika kamu sering melakukan streaming di Youtube, tentunya kamu menyadari bahwa Youtube sudah mengeluarkan yang namanya "Channel Membership". Channel Membership ini memungkinkan para kreator/pembuat video berinteraksi secara langsung dengan para penggemarnya bahkan Youtube juga sudah bisa melakukan Live Streaming yang sebenarnya tujuannya juga sama yaitu agar para kreator bisa berinteraksi secara langsung dengan para penggemarnya

Youtube memfasilitasi para kreator dengan para penggemarnya agar bisa saling berinteraksi dan itu-lah solusi yang Youtube tawarkan kepada kreator dan penggemar. Itu pentingnya untuk mengerti dan memahami apa yang sebenarnya pengguna terakhir butuhhkan dan inginkan

Banyak perusahaan besar yang tidak melakukan penelitian atau setidaknya mereka berusaha untuk mencari tahu apa yang pengguna terakhir inginkan. Sebagai contoh, perusahaan yang menjual produk makan siang menghabiskan banyak uang untuk meneliti dan bertanya kepada orang tua tentang apa yang biasanya anak-anak mereka bawa ke sekolah untuk makan siang

Padahal ada cara yang lebih baik dan bisa menghemat banyak uang, yaitu pebisnis ini bisa langsung bertanya ke pada anak-anak bukan kepada orang tua, karena ini akan memberikan informasi yang sudah pasti dari apa yang anak-anak inginkan untuk dimakan ketika jam makan siang berlangsung. Atau pebisnis ini bisa datang dan duduk langsung di kantin-kantin dan melihat dengan mata dan kepalanya sendiri apa yang biasanya anak-anak makan dan apa yang biasanya mereka buang

Habiskan Waktumu Lebih Banyak Dengan Kostumer di Banding Dengan Kompetitor


Banyak perusahaan yang terus berlomba-lomba melakukan riset atau penelitian agar mengetahui apa yang sebenarnya kostumer mereka butuhkan dan inginkan. Mereka secara terus menerus melakukan riset bahkan sampai waktu yang berbulan-bulan ada juga yang melakukan riset sampai bertahun-tahun demi mendapatkan hasil yang jelas dan sempurna

Tapi ada hal yang lebih mudah untuk dilakukan tanpa harus membuang-buang banyak waktu dan uang malahan kamu langsung bisa memulai usaha ketika kamu sudah mengetahui apa yang kostumer kamu butuh dan inginkan. Sebenarnya cara kedua ini sangat berkaitan dengan cara pertama

Jika kamu terus melakukan riset-riset-riset dan belum juga melakukan action/aksi untuk memulai usaha kamu, itu sama saja kamu sudah membuang keuntungan yang seharusnya sudah kamu dapatkan dari jauh-jauh hari

Lebih parah lagi jika hasil riset kamu yang sudah kamu lakukan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun ternyata salah dan tidak menghasilkan keuntungan sama sekali. Sudah menghabiskan banyak waktu, tenaga. dan uang tetapi hasil riset yang sudah kamu lakukan tidak tepat bahkan cenderung akan merugikan untuk kamu

Memang riset itu juga penting dan harus dilakukan, tetapi jangan terlalu berfokus pada penelitian terus. Justru penelitian yang paling kompeten dan paling akurat adalah informasi yang keluar langsung dari mulut kostumer kamu, kamu bisa menanyakan langsung ketika kostumer sedang menggunakan jasa atau menggunakan barang yang kamu tawarkan

Lihat Ketika Kostumer Membeli Produk Kamu


Sebelum kostumer kamu bisa menggunakan barang yang kamu tawarkan tentunya mereka harus membeli dahulu produk tersebut, tetapi ada juga perusahaan yang mengizinkan kostumernya untuk mencoba terlebih dahulu dan kemudian jika dirasa cocok maka kostumer baru akan membayar untuk membeli produk yang sudah dipilihnya

Jika kamu adalah pebisnis besar yang mempunyai banyak sekali barang yang ditawarkan dan tersebar dimana-mana bagaimana kamu bisa melihat kostumer kamu ketika sedang membeli produk kamu? atau untuk kamu pebisnis kelas menengah bagaimana juga cara kamu melihat kostumer kamu membeli produk yang kamu tawarkan? atau juga untuk kamu yang baru memulai bisnis bagaimana mereka para pebisnis kelas atas dan menengah bisa melihat ketika kostumer sedang membeli barang mereka?

Gunakan "Google Analytic" untuk bisa melihat apa yang sebenarnya kostumer kamu cari dan apa yang sebenarnya kostumer kamu inginkan. Dengan menggunakan Google Analytic kamu juga bisa mengetahui seberapa sering atau berapa banyak kostumer yang datang ke toko onlie kamu, diwaktu kapan saja mereka mendatangi toko online kamu dan berapa lama mereka mencari barang yang mereka butuhkan di toko online yang kamu miliki

Amati Ketika Kostumer Membeli Produk Kamu


Mengamati konsumen ketika mereka sedang membeli produk kamu dapat membuat kamu lebih mengerti dan lebih memahami tentang bagian-bagian mana saja dari produk kamu yang membuat kostumer kamu menjadi nyaman ketika menggunakan produk kamu, bagian mana yang tidak pernah digunakan oleh kostumer kamu, dan bagian mana yang benar-benar mengganggu atau menghalangi dari produk kamu

Kita ambil contoh perusahaan konsol game, perusahaan konsol game sangat menyadari jika para pengguna dari produk yang mereka tawarkan sering kali melakukan kesalahan seperti salah memasukkan kabel dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Karena itu perusahaan konsol game yang mengamati kostumernya ketika mereka membeli produk segera melakukan inovasi agar kesalahan-kesalahan yang membuat kostumer menjadi tidak nyaman bisa hilang dan meningkatkan jumlah pembelian dari produk yang mereka buat

Perusahaan konsol game melakukan inovasi dengan cara membuat warna yang berbeda-beda untuk setiap kabel dan setiap portnya. Dengan cara tersebut maka perusahaan konsol game sudah menemukan solusi untuk permasalahan yang biasanya dialami oleh para pengguna produknya

Libatkan Kostumer Sebagai Pendesain Produk


Libatkan mereka yang sudah menjadi kostumer tetap kamu sebagai pendesain produk kamu selanjutnya, berhentilah sejenak untuk melihat mereka sebagai kostumer kamu atau berhentilah sejenak melihat mereka sebagai objek penelitian produk yang akan kamu tawarkan selanjutnya

Hal ini juga masih belum banyak terjadi di dunia bisnis. Biasanya perusahaan-perusahaan tersebut hanya berpaku pada prinsip B2B dan tidak melihat hal ini sebagai 'pancingan' untuk mendapatkan kostumer lebih banyak lagi kedepannya

Contoh yang lebih nyata adalah para produsen perangkat lunak (aplikasi) sering kali melibatkan kostumer mereka sebagai pendesain produk mereka bahkan mereka juga memberikan keleluasaan kepada para kostumernya untuk terlebih dahulu mencoba perangkat lunak/aplikasi yang sudah dibuat dan kemudian harus melaporan pada bagian-bagian mana saja yang masih terdapat error/bug di perangkat lunak/aplikasi yang sudah dibuat

Kamu juga bisa melibatkan kostumer kamu sebagai penentu akan seperti apa desain produk kamu nantinya, akan seperti apa bentuknya dan akan seperti apa nanti hasil akhirnya. Hal ini juga dapat menimbulkan rasa bangga dari kostumer kamu yang kamu berikan kesempatan untuk menentukan desain produk selanjutnya

0 Response to "5 Cara Mudah Mengenal Kostumer Kamu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel